Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali menjadi sorotan di Kota Sukabumi. Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto, menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap penerimaan pajak daerah, sekaligus mengingatkan kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi agar lebih serius mengawal potensi pendapatan daerah.
Hal tersebut disampaikan Kang Raden usai rapat koordinasi antara Komisi II DPRD dengan BPKPD terkait upaya peningkatan PAD dari sektor perpajakan daerah, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, dalam rapat tersebut Komisi II secara tegas meminta data lengkap terkait kepatuhan wajib pajak di Kota Sukabumi, mulai dari pelaku usaha yang taat membayar pajak hingga yang belum memenuhi kewajibannya.
“Komisi II meminta data yang jelas kepada BPKPD, mana wajib pajak yang patuh dan mana yang tidak patuh. Data ini penting agar kita bisa memetakan potensi pajak yang selama ini belum tergarap maksimal,” ujar Kang Raden.
Ia menilai masih terdapat potensi pajak daerah yang belum sepenuhnya tergali. Karena itu, DPRD mendorong BPKPD untuk lebih aktif melakukan verifikasi dan pengawasan terhadap laporan pajak yang disampaikan para wajib pajak.
Kang Raden juga mengingatkan para pelaku usaha yang merupakan wajib pajak daerah agar melaporkan kewajiban perpajakannya secara jujur dan sesuai dengan kondisi omzet yang sebenarnya.
“Pengusaha dalam melaporkan pajak harus real, jangan sampai ada yang tidak sesuai. Pajak itu titipan dari rakyat untuk pembangunan daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga memberikan peringatan kepada BPKPD agar tidak lengah dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, jangan sampai potensi pajak yang sebenarnya ada di lapangan justru tidak terdeteksi karena lemahnya pengawasan.
“Jangan sampai ada oknum yang lalai dalam melakukan pengecekan. Laporan wajib pajak harus diuji dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai potensi yang ada malah zonk,” katanya.
Untuk memastikan hal tersebut, Komisi II DPRD akan terus mengawasi kinerja BPKPD dengan lebih ketat, termasuk melakukan uji petik terhadap laporan pajak para wajib pajak.
“Pengawasan di BPKPD harus lebih discreening. Harus ada uji petik apakah laporan yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan atau tidak,” ujarnya.
Ia menegaskan, DPRD tidak akan ragu
mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran atau indikasi penyimpangan dalam pengelolaan pajak daerah.
“Kalau ditemukan pelanggaran tentu kami tidak akan segan untuk mengambil tindakan,” tandasnya.
Komisi II DPRD Kota Sukabumi berharap dengan pengawasan yang lebih ketat serta koordinasi yang kuat antara legislatif dan pemerintah daerah, penerimaan PAD dari sektor pajak dapat meningkat dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kota Sukabumi. (fal)
Tampilan Postingan: 67
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.