Pewarta : Anis
Kota Depok – Kabar gembira bagi para pemudik yang hendak kembali ke arah Jakarta. Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan resmi difungsikan sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di ruas utama Tol Japek I selama periode arus balik Idulfitri 1447 Hijriyah.
Menariknya, jalur fungsional ini bisa dinikmati oleh pengendara secara cuma-cuma alias gratis. Meski demikian, ada beberapa aturan penting yang wajib dipatuhi demi keselamatan, terutama terkait batas kecepatan kendaraan.
Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan, Charles Lendra, menegaskan bahwa jalur fungsional ini dibuka untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2026 tanpa pengenaan tarif tol tambahan di ruas tersebut.
“Tol Japek II Selatan gratis, adapun transaksi di GT Kutanegara itu pembayaran Tol Cipularang,” katanya pada Selasa (24/3/2026).
Pengendara dapat melintasi jalur ini hingga wilayah GT Setu Burangkeng atau memilih keluar di tiga gerbang tol lainnya, yaitu GT Kutanegara (Karawang), GT Bojongmangu, dan GT Sukaragam (Kabupaten Bekasi).
Mengingat statusnya yang masih jalur fungsional, pengelola meminta pengendara untuk tidak memacu kendaraan terlalu kencang. Hal ini disebabkan adanya beberapa titik perpindahan jalur yang memerlukan kewaspadaan tinggi.
“Kami juga mengimbau agar pengendara menjaga kecepatan. Diminta kecepatan dibawah 80 kilometer per jam karena kondisi jalan yang masih ada perpindahan jalur,” beber Charles.
Meski masih tahap fungsional, aspek kenyamanan dan keamanan tetap menjadi prioritas. Pihak pengelola telah memasang rambu-rambu serta penerangan jalan umum (PJU) yang mumpuni agar jalur ini tetap nyaman dilalui pada malam hari.
Tersedia juga fasilitas parking bay setelah GT Bojongmangu yang menyediakan berbagai kebutuhan darurat pemudik.
“Tersedia modular BBM bagi pengendara yang mobilnya kehabisan bahan bakar, ada juga tempat istirahat dapat makanan, minuman, produk UMKM,” tambah Charles.
Tampilan Postingan: 158
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.