Jepara, infojateng.id – Ribuan masyarakat memadati sepanjang Jalan Pemuda, Kabupaten Jepara, Sabtu (15/8/2026) malam, untuk menyaksikan Jepara Art Carnival (JARC) 2026.
Gelaran yang diikuti 62 peraga busana dari Jepara dan luar daerah itu berlangsung meriah. Beragam kreasi busana ditampilkan dengan mengangkat kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya Jepara.
JARC 2026 digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Selain menjadi ruang kreativitas, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Jepara.
Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar serta jajaran Forkopimda beserta istri turut hadir menyaksikan gelaran tersebut.
Witiarso mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara. Menurutnya, tingginya partisipasi publik menunjukkan berbagai event yang digelar pemerintah daerah mendapat sambutan positif.
“Kita terima kasih sekali dan cukup bangga terhadap event-event yang ada di Jepara ini masyarakat menyambut antusias. Dengan antusiasme yang luar biasa kita berkolaborasi, kita semakin bersinergi sehingga chemistry pemerintah dan masyarakat semakin erat,” ujarnya.
Meski mendapat sambutan meriah, ia menyebut masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan JARC pada tahun-tahun berikutnya.
Ia juga berharap semakin banyak kegiatan kreatif dan event yang digelar di Jepara mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti JARC diharapkan menciptakan efek berganda atau multiplier effect, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata.
Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang menyaksikan parade secara langsung. Salah seorang penonton, Linda, mengaku menikmati penampilan para peserta yang tampil di sepanjang Jalan Pemuda.
Ia menilai keterlibatan pelajar hingga anak-anak dalam ajang tersebut menjadi hal positif karena dapat melatih keberanian dan kepercayaan diri.
“Banyak anak-anak baru ya, ini bagus banget untuk melatih mental mereka,” kata Linda.
Ia berharap Jepara Art Carnival kembali digelar tahun depan. Apalagi, adiknya menjadi salah satu peserta JARC 2026 sehingga ia ingin kembali menyaksikan kemeriahan acara tersebut.
Sementara itu, salah satu peserta asal Kecamatan Donorojo, Juniar Saprova, tampil membawa tema Jembul Tulakan. Kostum tersebut mengangkat tema Jembul Tulakan, lengkap dengan pusaka khas Donorojo yang disebut Tulak.
Juniar mengatakan persiapan kostum tersebut dilakukan selama hampir satu bulan.
“Jembul Tulakan ini menjadi Warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 dan menjadi salah satu kebanggaan Jepara,” ujarnya.
Menurutnya, pengangkatan budaya lokal dalam JARC menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Jepara kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain menjadi panggung kreativitas, JARC 2026 juga memperlihatkan potensi budaya lokal sebagai magnet wisata daerah.
Keterlibatan peserta dari berbagai daerah membuat gelaran tersebut tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga ruang promosi budaya Jepara.
Setelah seluruh peserta tampil, panitia mengumumkan para pemenang JARC 2026. Berikut daftar pemenangnya:
- Juara I: Joe Art Salatiga, nomor peserta 28
- Juara II: Wahyu, nomor peserta 43
- Juara III: Jojo Kusumo, nomor peserta 48
- Favorit I: Embun Aruna, nomor peserta 11
- Favorit II: Ahmad Aska, nomor peserta 23
- Favorit III: Denis Amelia Putri, nomor peserta 4
- Best Perform: Sulaiman Amrosi, nomor peserta 40
- Best Make Up: Titania Praditya, nomor peserta 54
- Best Costume: Mohammad Ricky, nomor peserta 13
Dengan antusiasme ribuan masyarakat dan keterlibatan peserta dari berbagai daerah, JARC 2026 menjadi salah satu panggung yang mempertemukan kreativitas, budaya, dan hiburan dalam satu gelaran di Kabupaten Jepara.(eko/redaksi)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.