Bali, infojateteng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang meraih penghargaan Terbaik I dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan.
Penghargaan tersebut diterima Bupati Rembang Harno dalam acara yang digelar di Bali, Jumat (28/8/2026). Rembang menjadi daerah dengan capaian terbaik dalam kategori tersebut, mengungguli Kabupaten Bantul di posisi kedua dan Kabupaten Klungkung di peringkat ketiga.
Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus kepada Bupati Harno. Selain trofi, Pemkab Rembang juga memperoleh apresiasi dana dari Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp2 miliar.
Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Rembang dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, mudah dijangkau, dan merata.
Salah satu indikator yang menjadi penilaian adalah cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga 24 Juni 2026, kepesertaan JKN di Rembang mencapai 99,17 persen dari total penduduk.
Artinya, sekitar 663.577 penduduk Rembang telah mendapatkan jaminan melalui program JKN.
Selain cakupan JKN, penilaian juga mencakup sejumlah indikator lain, seperti akses layanan kesehatan, ketersediaan fasilitas kesehatan sesuai standar, sanitasi layak, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis.
Capaian pelayanan dan inovasi daerah juga menjadi bagian dari penilaian. Inovasi dinilai berperan dalam memperluas akses sekaligus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berdampak bagi masyarakat.
Bupati Rembang Harno menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan dari pemerintah pusat menjadi dorongan bagi Pemkab Rembang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Capaian tersebut menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan. Sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang mudah diakses, berkualitas, dan sesuai kebutuhan,” ujar Harno.
Pemkab Rembang, lanjut dia, akan terus melakukan penguatan layanan kesehatan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian pelayanan kesehatan di Kabupaten Rembang. (eko/redaksi)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.