Pewarta : Anis
Ambon – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto di SMP Negeri 3 Hative Kecil, Jln. Perum Perikani, Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku terhenti hampir satu bulan. Terhitung sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2026, ratusan siswa tidak menerima MBG. Penyebabnya, dapur penyedia makanan mengalami kerusakan sehingga distribusi terhenti.
Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku Didesak Segera Bertindak
Keluhan orangtua murid terus mengalir. Selain terhentinya distribusi, sebelumnya juga muncul persoalan kualitas makanan yang diduga tidak layak konsumsi.
“Kami sedih. Anak-anak terus bertanya kapan MBG mulai lagi, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” ujar Ibu Marlen, salah satu orangtua murid, Jum’at (17/7/2026).
“Beberapa siswa mengaku menerima makanan berbau tidak sedap. Laporan sudah kami sampaikan ke guru dan kepala sekolah, namun belum ada perbaikan nyata,” lanjutnya.
Ia mendesak Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk segera turun ke lapangan.
“Kami memohon kepada Bapak Presiden Prabowo, Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku agar meninjau langsung sekolah kami. MBG sangat berarti bagi anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu,” tegas Ibu Marlen.
Menurutnya, MBG merupakan program strategis nasional. Setiap kendala di lapangan harus segera diselesaikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan siswa.
Selain pemerintah daerah, orang tua juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) ikut mengawasi pelaksanaan MBG.
“Jika ada pelayanan yang tidak sesuai atau terjadi kelalaian, kami minta APH turun ke lapangan. Ini menyangkut kesehatan anak dan penggunaan anggaran negara. Tidak boleh ada yang dirugikan,” ujar Ibu Marlen.
Harapan orang tua sederhana. Dapur MBG segera diperbaiki, distribusi dilanjutkan, dan pengawasan mutu makanan diperketat agar sesuai standar gizi dan keamanan pangan.
Program MBG digagas Presiden Prabowo sebagai upaya mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.
“Anak-anak adalah penerus bangsa. Tugas kita bersama memastikan mereka belajar dalam keadaan sehat dan cukup gizi. Kami yakin pemerintah tidak akan membiarkan SMPN 3 Hative Kecil tertinggal,” tutup Ibu Marlen.
Tampilan Postingan: 0
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.