Surakarta, infojateng.id – AKBP Candra Sasongko resmi menjabat Kapolresta Surakarta, menggantikan Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo yang mendapat penugasan baru sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Madya Tingkat III Divkum Polri.
Pergantian jabatan tersebut ditandai dengan upacara serah terima jabatan (sertijab) di Mapolda Jawa Tengah, Kamis (16/10/2026). Upacara dipimpin langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan.
Candra bukan sosok asing bagi masyarakat, terutama pengguna media sosial. Perwira menengah Polri yang akrab disapa “Mbah Con” itu dikenal dengan gaya komunikasi santai dan humoris yang membuatnya dekat dengan masyarakat.
Di balik citranya yang jenaka, Candra memiliki pengalaman panjang di berbagai bidang penugasan kepolisian. Pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur, tersebut merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2005.
Kariernya dimulai di Polda Metro Jaya pada 2005–2013, kemudian berlanjut di Polda Jawa Barat pada 2013–2021.
Setelah itu, ia bertugas di Polda Banten dan dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Kasubdit 1 dan Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Banten hingga 2024.
Pada 2024–2025, Candra mendapat kepercayaan memimpin Polres Serang. Selanjutnya, ia menjabat Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabagbinkar) Biro SDM Polda Jawa Barat sejak Desember 2025 hingga Oktober 2026, sebelum ditugaskan sebagai Kapolresta Surakarta.
Sementara itu, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolresta Surakarta untuk mengemban penugasan baru di Divkum Polri.
Selama memimpin Polresta Surakarta, Catur menjalankan tugas di bidang pelayanan publik, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pembenahan sarana dan prasarana kepolisian.
Pergantian pimpinan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri, termasuk penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel.
Dengan pengalaman di bidang operasional, reserse, dan pembinaan sumber daya manusia, Candra kini mengemban tanggung jawab memimpin Polresta Surakarta.
Ia diharapkan dapat melanjutkan program yang telah berjalan serta memperkuat pelayanan dan komunikasi kepolisian dengan masyarakat. (eko/redaksi)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.