Wah, infojateng.id – Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79, dirayakan secara sederhana hanya dengan tasyakuran bersama para tokoh, penggerak hingga pengurus koperasi di Kabupaten Batang.
Menilik perkembangan perkoperasian, pemerhati saat ini berupaya memastikan keberadaan seluruh koperasi berperan aktif dengan kelengkapan struktur kepengurusan hingga kontribusinya bagi kesejahteraan anggota.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Batang Muhammad Busro bersama pengurus sedang berupaya memantau mana saja, koperasi yang menunjukkan kinerjanya atau justru sebaliknya.
Dikatakan, terdapat banyak penyebab terjadinya penurunan bahkan tidak aktifnya sebuah koperasi, maka di peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79, pengurus Dekopinda akan lebih aktif melakukan pemantauan intensif.
“Penyebabnya mulai dari permodalan, anggota bermasalah, dan masih banyak lagi. Untuk menentukan keberhasilan sebuah koperasi bisa dilihat dari SDM yang berkompeten, mampu membangun jaringan, menciptakan inovasi, dan memiliki loyalitas terhadap organisasi,” kata Busro saat ditemui di Aula Kantor Bupati Batang, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan pemantauan dari 304 koperasi, 135 di antaranya masih aktif secara kelembagaan maupun kepengurusannya. Sedangkan sisanya 169 masih bisa dikatakan “kembang kempis”.
Kendati demikian, diakui koperasi menjadi denyut nadi perekonomian di Kabupaten Batang. Faktanya, koperasi yang berjatuhan, justru dari luar daerah, yang dari Batang masih bisa jalan meski berkelok-kelok.
“Perlu dilakukan pembinaan dan pemantauan untuk mengetahui penyebab utamanya. Apakah anggotanya belum percaya, karena koperasi itu bisnis, tapi landasannya kepercayaan publik, lalu pengurus yang amanah,” jelasnya.
Ia berharap, koperasi di Kabupaten Batang bisa berkembang dengan baik, amanah dan bermartabat, serta keberadaannya bukan untuk kepentingan pribadi pengurus, namun mengedepankan kesejahteraan anggota.
Wakil Bupati Batang Suyono mengharapkan, di usia ke-79 ini koperasi harus merefleksi sejauh mana perkembangan hingga kinerjanya dalam membawa panji-panji koperasi yang menyejahterakan anggotanya.
“Yang paling utama adalah tanggung jawab yang berintegritas,” tegasnya.
Dalam memaknai kata kesejahteraan, terdapat beberapa kriteria, di antaranya tatkala anggota ingin melakukan simpan pinjam, ada kemudahan dalam prosesnya.
“Tidak bertele-tele, syaratnya tidak merepotkan, karena berasaskan kepercayaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Batang Wahyu Budi Santoso menambahkan, pihaknya senantiasa mendampingi hingga mengawasi kinerja perkoperasian di Batang.
“Kami bersinergi dengan Dekopinda yang tugasnya mengawasi dan memotivasi koperasi agar kinerjanya semakin baik,” ujarnya.
Wahyu mengakui, kondisi Kabupaten Batang dari 304 koperasi, hanya 135 yang aktif. Ini karena terlalu mudahnya membentuk koperasi, atau karena adanya bantuan, makanya harus dipertegas koperasi itu lembaga perekonomian, bukan lembaga bantuan, komitmen ini yang harus tertanam. (eko/redaksi)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.