Batang, infojateng.id – Sebanyak 32 tim pelajar dari wilayah Karesidenan Pekalongan bersaing dalam Nusantara Basketball Competition 2026 Season 2 di GOR Abirawa Batang. Kompetisi tersebut menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus ajang mengasah potensi pebasket muda di tingkat pelajar.
Kompetisi tahun ini diikuti 16 tim SMA putra, delapan tim SMA putri, dan delapan tim SMP putra. Peserta berasal dari berbagai daerah di Karesidenan Pekalongan.
Ketua Panitia Nusantara Basketball Competition 2026 Mula Fahad Al-Farq mengatakan, kompetisi tersebut bermula dari kegiatan sederhana pada 2024. Saat itu, panitia hanya menggelar pertandingan one-on-one sebagai ajang pemanasan dan kegiatan berskala kecil.
“Mulainya tahun 2024. Waktu itu kita cuma buat one-on-one untuk pemanasan, untuk event kecil-kecilan. Berawal dari celetukan teman kita, Mas Sanggar, ‘Ayo buat event yuk, kayaknya kita bisa nih’,” kata Mula saat ditemui di GOR Abirawa Batang, Kamis (10/9/2026).
Ide tersebut kemudian berkembang hingga pada 2025 digelar Nusantara Basketball Competition tingkat Karesidenan Pekalongan. Setelah pelaksanaan perdana mendapat respons positif, kompetisi kembali digelar pada 2026 untuk musim kedua.
Mula mengatakan kompetisi tersebut memang difokuskan untuk kelompok pelajar, mulai jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK sederajat.
“Untuk kita sebenarnya hanya untuk pelajar, SMA/SMK sederajat dan SMP/MTs sederajat. Jadi lebih ke kita mau memaksimalkan potensi anak-anak daerah di kalangan pelajar,” ujarnya.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak terhadap kompetisi tersebut dapat terus berlanjut sehingga penyelenggaraannya semakin berkembang.
“Harapannya semoga pihak-pihak yang ikut support akan selalu mendukung kami, sehingga kita terus berkembang dan bertahan. Kalau bisa, harapannya kita sampai Jawa Tengah, nasional, ataupun internasional ke depannya,” katanya.
Ketua Perbasi Karesidenan Pekalongan Ari Prima Setyoko menyambut positif semakin banyaknya kompetisi bola basket di wilayah tersebut. Menurut dia, intensitas pertandingan di Batang dan Kota Pekalongan menunjukkan perkembangan yang cukup dinamis.
“Batang setiap bulannya menggelar kompetisi. Apalagi disambung dengan Kota Pekalongan yang juga kompetisinya ketat. Batang sama Pekalongan ini seperti kejar-kejaran terus membuat event. Pokoknya berlomba, tetapi animo pesertanya cukup baik,” ujar Ari.
Menurut Ari, tingginya frekuensi kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam pembinaan atlet. Para pemain muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan.
Karesidenan Pekalongan juga dinilai konsisten melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional. Sejumlah atlet dari Pemalang dan Tegal, misalnya, telah memperkuat kontingen pada ajang Popnas.
“Kalau atlet nasional di Karesidenan sudah cukup banyak. Ada beberapa yang kemarin masuk Popnas dari atlet-atlet Pemalang dan Tegal. Batang juga sudah ada mantan-mantan IBL atau pemain nasional, khususnya di Kabupaten Batang sudah ada dua,” jelasnya.
Ketua KONI Kabupaten Batang sekaligus Ketua Perbasi Batang Teguh Supriyanto mengatakan pembinaan bola basket di daerahnya terus dilakukan secara berjenjang.
Menurut dia, kompetisi rutin menjadi bagian penting dalam memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang, baik dari kelompok usia, pelajar maupun klub.
“Kalau di Kabupaten Batang, Perbasi Kabupaten sendiri alhamdulillah secara rutin memang ada kompetisi-kompetisi dan hasilnya sudah membaik. Potensinya di Batang selama ini juga mulai berkembang dengan bagus, baik dari kelompok usia, pelajar maupun klub-klub,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, hasil pembinaan tersebut mulai terlihat melalui keikutsertaan atlet Batang dalam berbagai kejuaraan tingkat provinsi.
“Untuk Porprov, kita meloloskan ada delapan atlet. Kalau tidak salah, salah satunya nomor 3×3,” katanya.
Menurut Teguh, keberadaan kompetisi seperti Nusantara Basketball Competition menjadi bagian penting dari ekosistem pembinaan.
Semakin banyak pertandingan yang digelar, semakin besar pula kesempatan atlet muda mendapatkan pengalaman dan meningkatkan kemampuan.
Dengan diikuti 32 tim pelajar, Nusantara Basketball Competition 2026 Season 2 diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menjadi ruang bagi munculnya bibit-bibit pebasket potensial dari Karesidenan Pekalongan. (eko/redaksi)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.