Semarang, Infojateng.idâ Kabar baik datang dari sektor lingkungan Jawa Tengah. Dalam tiga tahun terakhir, luas lahan kritis berhasil ditekan hingga 75 ribu hektare, dari sebelumnya 392 ribu hektare kini tinggal 317.629 hektare.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Widi Hartanto, menyebut capaian tersebut sebagai penurunan signifikan yang menunjukkan arah pemulihan lingkungan mulai terlihat.
âPenurunannya cukup besar dan ini menjadi sinyal positif bagi kondisi hutan di Jawa Tengah,â kata Widi dalam Rapat Koordinasi Percepatan Perhutanan Sosial di Semarang, Senin (15/12/2025).
Namun capaian itu, menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, tidak boleh membuat lengah. Ia menegaskan, perhutanan sosial bukan sekadar membagi akses kelola hutan, melainkan harus menjadi instrumen serius pemulihan ekosistem.
âPerhutanan sosial tidak boleh mengorbankan fungsi hutan. Hutan tetap harus menjadi penjaga ekosistem dan resapan air,â tegas Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Sumarno menekankan perlunya pendampingan penuh kepada masyarakat agar pemanfaatan hutan tetap terkendali. Skema pengelolaan pun harus jelas: 50 persen tanaman keras, 30 persen tanaman keras buah, dan 20 persen tanaman semusim.
âKalau aturan ini ditegakkan, hutan bisa pulih dan masyarakat tetap mendapat manfaat ekonomi. Ini soal keseimbangan,â ujarnya.
Saat ini, Jawa Tengah tercatat memiliki 145 kelompok perhutanan sosial dengan total luasan 109.879 hektare. Sementara di kawasan KHDPK, terdapat 133 kelompok yang mengelola 28.902 hektare hutan sosial di 13 kabupaten.
âFungsi hutan itu luar biasa. Jangan sampai perhutanan sosial justru melahirkan masalah baru,â pungkas Sumarno. (one/redaksi)
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.