Semarang, Infojateng.idâ Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat penerapan sekolah inklusi guna memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (6/2/2026).
Menurut Taj Yasin, Pemprov Jateng berkomitmen melakukan penanganan penyandang disabilitas secara sistematis melalui sinkronisasi data dan penguatan regulasi di 35 kabupaten/kota. Berdasarkan data Dinas Sosial Jateng, jumlah penyandang disabilitas di Jawa Tengah mencapai sekitar 100 ribu orang.
âKami masih memiliki kekurangan dalam akses pendidikan dan kelayakan hidup, sehingga saat ini dilakukan penataan kembali agar penanganannya lebih presisi,â ujarnya.
Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir pemerintah fokus pada kampanye kesadaran masyarakat terkait sekolah inklusif sebagai fondasi pemenuhan hak pendidikan penyandang disabilitas. Melalui Musrenbang 2026, seluruh aspirasi komunitas difabel akan diintegrasikan dalam RKPD 2027.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Roemah Difabel Jawa Tengah, Didik Sugiyanto, mengapresiasi komitmen pemerintah, sekaligus mendorong percepatan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Disabilitas sesuai amanat UU No. 8 Tahun 2016 dan Perda Jateng No. 2 Tahun 2023. Ia menilai RAD penting agar penanganan pendidikan dan ketenagakerjaan penyandang disabilitas dapat berjalan lebih sistematis. (one/redaksi)
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.